Saturday, November 20, 2010

Kandidat "Independen" lah Pemenang Pilkada Tangsel

"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010


Saya menuliskan judul tersebut setelah melihat realita politik di Pilkada Tangsel kemarin.

  1. Pertama saya ucapkan Selamat kepada para Kandidat Independen 1 dan 2, karena Pasangan Anda berdua berhasil maju ke Pilkada Tangsel setelah melalui proses verifikasi prosedural kelaikan yang sangat melelahkan dan mungkin juga penuh Intrik yang memeras Pikiran dan Perasaan mungkin juga "biaya yg tidak sedikit".
  2. Kedua, saya ucapkan selamat kepada "Kandidat Independen" berikutnya yang bernama Airin RD, yang dengan Popularitas Pribadi-nya mampu meraih suara nyaris 50% di Pilkada Hebat ini.

Mengapa saya katakan Airin adalah "Kandidat Independen" ada beberapa pandangan saya :

Segi Penampilan dan Performace

  • Dari sisi Personal dan Penampilan Airin RD sudah mendapatkan "simpati" dari kaum hawa khususnya generasi mudanya, karena merupakan figur perwakilan bangkitanya Pemimpin Intelektual Wanita di Tangerang Selatan.
  • Dengan beragam organisasi yang dia pimpin dan tingkat Pendidikan yang sangat memadai tak salah bila kaum hawa memujanya dan para pria diam-diam mengakui kecerdasannya
  • Dengan Penampilan Fisik yang Cantik (Alami) dan Make Up yang sederhana, Postur bak seorang Model, wanita mana yang tak menginginkan berpenampilan seperti dia, untuk hal ini banyak pula kaum pria yang mengaguminya.

Segi Pendanaan dan Strategi Pergerakan

  • Dengan kekayaan Pribadi yang berjumlah lebih dari 100 M, jauh diatas para Kandidat lainnya banyak hal yang bisa dia lakukan, mulai dari Menggerakkan Organisasi, Mensponsori Kegiatan Sosial, Menggadakan Pertandingan Olah Raga, Menyantuni Anak Yatim, mengunjungi Pengajian-pengajian, Menyambangi Posyandu, Melawat ke Masjid dan Mushola, semua dapat dengan mudah dia lakukan karenanya.
  • Belum lagi Dari sokongan para Kolega dan Networknya, nyaris semuanya dapat dengan mudah dia lakukan, karena rumusnya sederhana, semakin tinggi strata sosial ekonomi seseorang, akan semakin tinggi partisipasi dukungan finansial kepadanya, karena disini ada gengsi yang turut bermain, ada mau yang dititipkan
  • Dengan dana yang begitu melimpah, dan kecerdasan seorang anak muda (baru 33th), gerakan mengundang simpati/dikenal masyarakatpun menyeruak jauh sebelum Pilkada Tangsel dilangsungkan. Apalah artinya memasang Baliho/Billboard Besar di Jalan-jalan Protokol se Tangsel serta merambah dunia virtual dengan beberapa portal pribadi yang layak tayang dan cukup profesional dalam pengelolaan, semua dengan mudah dia lakukan.
  • Mari kita lihat perbandingan kekayaan para kandidiat Pilkada Tangsel, yang datanya saya dapat dari Republika Online

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/09/24/136372-berharta-rp-111-miliar-airin-calon-walikota-tangsel-terkaya

Menurut Ketua KPUD Kota Tangsel, Iman Prawira Bachsan, daftar kekayaan yang diumumkan adalah kekayaan pribadi masing-masing calon dan bukan kekayaan gabungan pasangan. Lebih lanjut Iman mengatakan, harta kekayaan tersebut dihitung berdasarkan harta bergerak dan tidak bergerak, alat transportasi, rumah, peternakan, pertanian, serta surat berharga. "Mereka melaporkan semuanya kepada KPK," ujar Iman.

No.1. Yayat Sudrajat = Rp 2.431.700.000 dan Norodom Sukarno = Rp 1.576.070.665,

No.2. Rodhiyah Najibah - Rp 1.077.000.000 dan Sulaeman Yasin = Rp. 1.020.000.000, kekayaan

No.3. Arsyid = Rp 1.343.252.198 dan Handreas Taulany (Andre Stinky) = Rp 3.231.910.456,

No.4. Airin Rachmi Diany = Rp 111.145.431.378 dan Benjamin Davni = Rp 1.188.485.663.

Iman menyebutkan rincian beberapa harta kekayaan Airin. Di antaranya, alat transportasi sebesar Rp 22 miliar yang terdiri dari mobil Ferrari pembuatan 2006, Mercedes Benz 2008, Lamborghini 2009, Mini Cooper 2008, Toyota Alphard 2010, Porchile Panamera 2010, Alphard 2010, dan Honda Freed 2010. Menurut Iman, Airin juga memiliki pertanian dan peternakan sebesar Rp 9 miliar, harta bergerak 2 miliar, dan surat berharga Rp 10 miliar.

Lalu Mengapa Airin RD harus bergandengan dengan yang lainnya kalau dia sebenarnya mampu meraih dukungan?

  1. Penampilan, Kecerdasan serta Modal tidaklah cukup untuk maju ke kancah Perpolitikan, bila saja Nuraninya berontak tak berkeinginan masuk ke Ladang Politik. Untuk itu perlulah disiapkan seorang Pendamping yang santun dan berpengalaman, hingga terpilihlah Benyamin Davnie, yang sudah lebih dari 25 tahun menjadi birokrat.
  2. Tentunya pendamping yang setia dan berpengalaman kurang cukup, karena ada Legislatif sebagai Pengimbang, maka terjadilah kesepakatan dengan 9 Partai pendukungnya itu (di DPRD total suara mereka 38 kursi, cukuplah untuk menggiring sebuah kebijakan, dibanding 3 partai lain pendukung Arsid yang hanya 7 kursi)
  3. Maka muncullah Perpaduan Yang Amat Sempurna dan Kalkulasi Kemenangan diatas 70% bakal ditangguk.


Bila Airin RD, mampu meraih dukungan suara, sebarapa jauh kemampuannya menjadi seorang Pemimpin atau Manajer di Negeri Tangsel ini.

  1. Kekurang "Ikhlasannya" masuk ke Ladang Poltik nampak terlihat saat Debat Kandidat di metro TV, dimana pada sesi debat antar Kandidat, Airin RD sempat melontarkan boleh tidaknya menggunaka hak nya untuk tidak menjawab. Nampak adanya ketakutan bila lawan Debat akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang akan melukai hati kecilnya, pemirsa bisa saja sudah lupa dengan hal itu. Namun ternyata kejadian yang sama dalam bentuk yang berbeda muncul kembali kala JakTV, stasiun lokal, mengadakan acara dialog dibatalkan oleh Kubu Airin RD karena enggan bertemu dengan seorang pengamat politik.
  2. Kemampuan menggerakkan Mesin Politik Partai Pendukungnya nyaris tidak ada, Partai seolah sudah cukup dengan memberikan dukungan dengan memasang spanduk bergambar Partai dan Airin, namun ke akar rumput gerakan tersebut tidak menyentuh masyarakat (hanya beberapa saja yang bergerak). Bukankah dana sosialsiasi tersebut sebenarnya sudah disediakan bukan.

Bila dalam tulisan saya sebelumnya saya mengambil judul Hiperbolik

"Kekalahan" Kubu Airin - Benyamin Terhadap Kubu Arsid Andre Permalukan Partai Pengusungnya

http://www.facebook.com/note.php?note_id=455174012342

Kenyataannya adalah, Partai-partai telah Mempermalukan Airin dengan Kemenangan yang begitu Tipis, Partai seolah hanya jadi Makelar Politik, punya mau, kerja tidak, minta jatah iya.

Maka pasca Pengumuman Pilkada Tangsel muncullah beragam Statement Bela Diri dari Para Petinggi Partai termasuk pula TIm Sukses Airin. (kelak saya akan coba tulis tersendiri tentang hal ini)


Akhir kata saya hanya berandai-andai dalam kata :

Bila Airin sendiri, mau berdiri, mau berlari jadilah dia,

Namun, Airin bukan punya mau,

Airin hanya seorang ibu rumah tangga,

Airin seorang ibu muda berputra dua,

Yang ingin hidup tenang, menimang anak, menata keluarga

Airin malang, Airin yang disayang

Teganya mereka,

Pamulang, jelang Siang

20 Nov 2010

Airin RD sang Primadona

Kelak Dinastipun Berlanjut Hingga Tangsel?

Presiden: Politik Mengandung Hukum Kepatutan

Headline News / Polkam / Senin, 23 Agustus 2010 04:52 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengkritik sejumlah kepala daerah yang tak rela lengser meski sudah habis masa jabatannya: dua periode. Atau, mereka memberi jalan kepada anggota keluarga untuk kembali memimpin.

"Tidak salah dalam demokrasi, tapi itu tidak patut," kata Presiden dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.

Menurut Presiden, dalam demokrasi itu berlaku hukum kepatutan. "Memberi jalan kepada istri...kepada anak, meskipun demokratis, tapi kalau terlalu dipaksakan seolah-olah tak ada calon lain yang layak, saya kira keliru politik seperti itu," terang Presiden.

Presiden menegaskan, dengan memberi jalan kepada "lingkaran dalam" sama artinya dengan menghambat proses demokrasi yang sehat. "Tolonglah diyakini, sebenarnya banyak kader yang siap mengganti," jelas Presiden.(ICH)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/08/23/111693/Presiden-Politik-Mengandung-Hukum-Kepatutan


FB-cahPamulang : Kandidat "Independen" lah Pemenang Pilkada Tangsel

Friday, November 19, 2010

Wawancara Arsid - LSI di JakTV 19 Nov 2010 - pk.22.10

"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010

1. Arsid :

  • Keberatan tentang DPT yang kurang Pas indikasi kecurangan

2. LSI

  • Keberatan boleh dilaporkan, asal bukti yang kuat, tentunya oleh tim yang khusus dari tim bersangkutan

3. Penelpon 1 :

  • Arsid itu melawan Banten, jangan kotori nilai-nilai demokrasi ini, dengan sekedar kerudung dan sembako

4. LSI :

  • Kalau memang ditemukan indikasi kecurangan perlu bukti-bukti resmi, karena MK tak akan menerima tanpa bukti konkrit.

5. Arsid

  • Sebagai kandidat punya hak untuk mengajukan keberatan-keberatan melalui jalur hukum yang berlaku. Semua bukti sudah serahkan ke kuasa hukum, ada yang disempurnakan dan diklarifikasi.

6. Penelpon 2

  • Dari Kedaung Ciputat, sosialisai kurang, Pilkada pada jam kerja, sehingga banyak pekerja yang tidak bisa memilih

7. Arsid :

  • Terdaftar tidak dapat undangan

8. LSI :

  • Sebenarnya mereka masih bisa mencoblos karena bisa dengan KTP

9. Arsid

  • Dengan KTP boleh mencoblos, tapi tidak ada sosialisasi.

10. LSI

  • Kandidat kan bisa mengontrol kinerja dari tim soal sosialisasi Pilkada atau mencoblos dengan KTP

  • Kembali ke penekanan bukti-bukti dari tim resmi yang dibentuk oleh Arsid.

11. LSI

  • Identifikasi kecurangan dilapangan tidak bisa secara valid dibuktikan dan akan memakan waktu yang panjang, kalau kekurangan kinerja instansi bisa terlihat dari indikasi, coblos KTP tidak tersosialisasi, terlepas dari motif.

  • Pilkada Hari Sabtu merupakan kelengahan, harusnya diliburkan.

  • Kalau ada pelanggaran siapapun boleh mengajukan keberatan ke MK.

  • Pemilu diulang atau tidak tergantung MK,

  • Sisi keamanan cukup baik,

  • Pemilih lebih dari 50% cukup baik

12. Penelpon 3

  • Saat Pilkada hari kerja diliburkan bisa saja saja ibu aiin yang menang.

13. Arsid

  • Kita salurkan keberatan kami dengan jalur yang benar, tidak anarkis.

  • Keputusan KPUD kita hormati.
  • Tim independen dan masyarakat saling mendukung

14. Penelpon 4

  • Gak jelas

15. LSI

  • Kalau ada indikasi dan bukti yang kuat, didapat dari tim sukses resmi dari kandidat yang resmi.

  • Seharusnya KPUD dapat lebih baik kedepan.

  • Secara umum, skala 7.5 untuk Pilkada Tangsel, dibanding wilayah lain di Indonesia.

16. Penelpon 5

  • Banyak kecurangan melihat sendiri, Ciputat Timur, Asda ada di kantor kecamatan sampai subuh, padahal tidak ada kepentingannya ada disana.

17. Arsid

  • Apapapun yang mereka temukan oleh saksi akan dilaporkan

18. LSI

  • Saksi harus kredible saat tugas mereka dibutuhkan dalam situasi seperti ini.

  • Birokrat ada dikantor nggak ada masalah, karena itu jam kerja. (Asda sampai subuh?)

19. Arsid

  • (Maaf, nggak sempat ngetik. Tapi intinya trims banyak buat semuanya, gitu)

Tulisan ini saya rangkum kembali dari rekaman wawancara Arsid - LSI di JakTV yang saya tulis diwall, tidak terlalu sama dengan ucapan saat wawancara, namun intinya kira-2 mendekati.

Bila dirasa ada yang kurang, silahkan koreksinya dikirim di reply notes ini.

Ada beberapa pertanyaan dalam diri saya :

  • Kemana Andre Taulany?
  • Sibukkah dengan Opera Van Javanya, sehingga masuk TV Lokal macam JakTV dirasa tidak perlu? Padahal secara psycologis strategis, momen tersebut sangat penting, mengingat kemarin kubu Airin menolak tampil.
  • Kalau memang terikat kontrak di OVJ tak bisakah cuti sebentar?
  • Ataukah Anda hanya seorang Vote Getter, pendulang suara belaka, kemudian urusan selanjutnya adalah tugas pasangan Anda?
  • Rasanya Soliditas dan Kebersamaan Arsid - Andre dan Tim-nya perlu diuji sampai kelengkapan berkas ke MK sempurna dan diajukan dihari Senin 22 Nov 2010.
  • Masih ada 2 (dua) hari untuk menyempurnakan semua data selengkap mungkin, sebanyak mungkin, sadari lawan Anda tidak berdiam diri.
  • Tidak ada waktu lena sebelum lepas Senin, jangan siakan sisa waktu untuk lima tahun kedepan yang belum pasti terulang.

Pamulang, jelang Malam

19 Nov 2010


FB-cahPamulang : Wawancara Arsid - LSI di JakTV 19 Nov 2010 - pk.22.10

Thursday, November 18, 2010

Mengitung "Politik Uang" Pasangan Arsid - Andre

"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010

Lumatnya perolehan suara Airin - Benyamin di Pilkada Tangsel yang diduga kuat karena praktek Kotor Politik uang lawan Politiknya pasangan Arsid Andre membuat geram Tim Airin sehingga sampai membuat Sayembara Berhadiah Untuk Menangkap dan Mengajukan Bukti kepihak berwenang.

( http://www.facebook.com/note.php?note_id=457636267342%EF%BB%BF )

Saya berandai-andai berhitung, berapa sebenarnya duit yang sudah dikeluarkan Arsid Andre untuk membiayai Praktek Politik Uangnya tersebut dengan perhitungan sederhana sebagai berikut :

Bila suara yang didapat Pasangan Arsid Andre adalah 187,778 suara, saya ambil pembulatan 180,000 suara.

Dengan Asusmsi 50% adalah hasil dari Politik Uang maka dana yang dikeluarkan adalah :

1. Bila Rp. 10,000 x 180,000 x 50% = Rp. 900,000,000

2. Bila Rp. 20,000 x 180,000 x 50% = Rp. 1,800,000,000

3. Bila Rp. 30,000 x 180,000 x 50% = Rp. 2,700,000,000

Saya akan ambil angka tengahan Rp. 1,800,000,000, sehingga dalam satu hari jelang Pilkada telah beredar dana sebesar itu keluar dari Kocek Arsid Andre. Bila ditambah dengan biaya-biaya kampanye sebelumnya serta konsolidasi internal, berapa total dana yang mereka miliki?

Dari warta yang pernah saya baca kekayan pribadi masing-masing bila dijumlah konon kisaran 5-6M (tolong dikoreksi bila salah), apa mungkin mereka akan investasikan seluruhnya untuk Pilkada Tangsel. Saya rasa tidak mungkin.

Kemungkin terbesar perolehan Dana untuk Politik Uang itu bersumber dari :

  1. Suntikan Dana dari para Pengusaha Pendukungnya entah karena dipaksa atau karena Loyal atau karena berharap Budi baik dikemudian hari.
  2. Sumbangan Wajib dari para Politisi Pengusungnya
  3. Sumbangan Suka Rela Para Kolega dan Pendukungnya
  4. Berhutang ke Luar Negeri? (boleh jadi, namun jaminannya apa)
  5. Sumber lain rasanya hampir tidak ada, kecuali bila mereka memakai jasa dukun untuk menarik uang dari tanah

Nah apa jadinya kalau Arsid Andre kalah dan punya hutang sedemikian banyak? Apa yang akan mereka lakukan?Bagaimana mereka mengembalikan? Apakah semua itu duit gratis?

Politik Uang adalah Isu Penting Pilkada Tangsel untuk menghentikan langkah Arsid Andre, namun dengan isu itu pula mereka bisa berbuat banyak. Apakah mereka akan berhenti dengan menanggung hutang, apakah mereka akan terus berjuang habis-habisan, minggu ini hasilnya akan didapat.

Bila ada yang bertanya ke saya apakah Airin Benyamin tidak melakukan Politik uang, saya jawab dengan Tegas, TIDAK!

Yang mereka keluarkan selama ini adalah Biaya Politik, bukan Politik Uang, jadi jelas beda, jauh sekali bedanya kawan.

Mengapa saya berani berkata seperti itu, karena saya meyakini ucapan Tim Sukses Airin Benyamin dan Ketua Umum Golkar Tangsel, bahwa hasil suara pasangan Airin Benyamin adalah MURNI TANPA ADA POLITIK UANG didalamnya. ( http://www.facebook.com/note.php?note_id=457636267342 )

Saya harus percaya mereka, selaku perwakilan rakyat dan pengusung calon pemimpin, saya yakin mereka tidak asal bicara apalagi MENIPU RAKYAT.


Buat Pasangan Arsid -Andre, siapkah Anda menghadapi gugatan mereka?

Pamulang, Jelang Dini Hari

17 Nov 2010

Praktek Politik Uang di Pilkada Tangsel


FB-cahPamualng : Mengitung "Politik Uang" Pasangan Arsid - Andre